Senin, 21 November 2022

JURNAL PERKULIAHAN PERTEMUAN KE 12

NAMA: AJENG NURSYIFA

NPM: 2215061031

KELAS: PSTI C


1. Pengertian Air 


Air merupakan bahan alam yang diperlukan untuk kehidupan manusia, hewan dan tanaman yaitu sebagai media pengangkutan zat-zat makanan, juga merupakan sumber energi serta berbagai keperluan lainnya. 


Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari.


2. Sumber Air 


Sungai

Rata-rata lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar diperoleh dari sungai-sungai di dunia. Ketersediaan ini (sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang) sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk, tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang tidak tepat. Sebagai contoh air bersih di lembah sungai Amazon walupun ketersediaannya cukup, lokasinya membuat sumber air ini tidak ekonomis untuk mengekspor air ke tempat-tempat yang memerlukan.


Curah hujan

Dalam pemanfaatan hujan sebagai sumber dari air bersih, individu perorangan/ berkelompok/ pemerintah biasanya membangun bendungan dan tandon air yang mahal untuk menyimpan air bersih di saat bulan-bulan musim kering dan untuk menekan kerusakan musibah banjir.


Air permukaan dan air bawah tanah.

Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah.


Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah.




3. Fungsi Air




Fungsi air sangat esensial bagi semua kehidupan, meski nampaknya kini air tersedia di mana-mana, namun air bersih adalah hal yang paling penting untuk dapat diakses semua makhluk hidup untuk keberlangsungan hidupnya. Berikut fungsi air meliputi:



Minum

Menyiram tanaman

Mencuci dan membersihkan

Memasak (jangan lupa - air dibutuhkan oleh tumbuhan dan hewan yang kita makan untuk hidup dan tumbuh)

Pabrik (banyak pabrik menggunakan air dalam jumlah besar untuk membantu membuat barang-barang yang kita gunakan setiap hari)

4. Manfaat Air

Kehidupan manusia tidak lepas dari tanah, air dan udara, tanah merupakan tempat berpijak dan sumber dari segala bahan makanan yang ditanam pada tanah. Udara (oksigen) digunakan untuk bernafas dan bersama-sama darah mengalir dengan dipompa jantung menuju paru-paru dan seluruh tubuh untuk mensuplay zat-zat yang dibutuhkan oleh manusia. Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, peternakan, perkebunan, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, rumah makan, hotel, transportasi, dan berbagai keperluan lainnya. Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebarkan melalui air. Kondisi tersebut tentunya dapat menimbulkan wabah penyakit dimana-mana.

QUIZ PENGLING

 NAMA: AJENG NURSYIFA

NPM : 2215061031

KELAS : PSTI C


QUIZ PENGLING


Masalah yang terjadi : Kemiskinan



1. Akar masalah

    Kemiskinan merupakan masalah utama bagi banyak negara di dunia, terutama di negara

berkembang. Kemiskinan merupakan kondisi dimana seseorang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan

dasar seperti makanan, pakaian, obat-obatan dan tempat tinggal (Hardinandar, 2019). Salah satu ukuran

kondisi sosial dan ekonomi dalam menilai keberhasilan pembangunan pemerintah di suatu daerah adalah

adanya kemiskinan itu sendiri (Oktaviana et al., 2021).

Grafik kemiskinan di Indonesia berbanding lurus dengan Jawa Timur. Namun kemiskinan di Jawa

Timur masih melebihi angka kemiskinan di Indonesia, hal tersebut tentu menjadi sebuah permasalahan

mengingat Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut

data BPS Indonesia (2021) rata-rata angka kemiskinan di Jawa Timur dinyatakan berada di urutan ke-15

dari 34 provinsi di Indonesia. Provinsi Jawa Timur memiliki tingkat kemiskinan tertinggi ketiga dibandingkan dengan Pulau

Jawa seperti DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten (BPS Indonesia, 2021).

Hal ini menunjukkan ketimpangan pertumbuhan ekonomi di semua kelas sosial dimana pertumbuhan

ekonomi hanya dirasakan oleh sekelompok kecil masyarakat. Peningkatan kemiskinan di Jawa Timur disebabkan oleh jumlah penduduk yang besar, namun

tidak diimbangi dengan pemerataan penduduk dan peningkatan kesempatan kerja (BPS Jawa Timur,

2021). Selama ini mayoritas penduduk masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Menurut data sensus BPS

2020, 56,10% dari total penduduk Indonesia tinggal di Jawa, dimana 26,11% tinggal di Jawa Timur.

Kenaikan harga bahan pokok akibat kelangkaan sembako pada pandemi Covid-19 juga menjadi salah

satu penyebab naiknya angka kemiskinan di Jawa Timur. Akibatnya terjadi ketimpangan distribusi

kesenjangan pembangunan dan pendapatan, serta pertumbuhan ekonomi yang tidak merata.


2. siapa yang terdampak

    Jumlah warga miskin di Indonesia meningkat lebih dari 2,7 juta jiwa akibat pandemi Covid-19, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Peneliti mengatakan meningkatnya angka kemiskinan karena kebijakan pandemi yang tak tegas di awal dan upaya untuk memulihkan kondisi ini memerlukan waktu yang cukup lama

BPS mencatat kenaikan angka kemiskinan pertama dalam tiga tahun terakhir akibat virus corona.

Mereka yang masuk kategori miskin - berdasarkan data BPS - adalah yang pengeluarannya di bawah Rp460 ribu per orang atau Rp2,2 juta per keluarga per  bulan. Kemiskinan adalah juga merupakan pelanggaran terhadap Hak-Hak Asasi Manusia. “human rights become a constitutive element of development and human rights violations become both a cause and symptom of poverty” (Tammie O’Nei, 2006,p-7). Hak-hak asasi manusia yang melekat pada diri orang manusia yang tidak dapat dikurangi, apalagi dicabut.

Ada manusia yang hak-hak asasinya dilanggar. Jika kemiskinan itu terjadi dalam keluarga, disitu ada anak-anak yang mungkin akan menghadapi masalah sampai tahap kelaparan, kekurangan gizi, hingga kesehatannya bahkan jiwanya terancam. 

Selain itu juga terdapat anak-anak yang tidak mampu menikmati pendidikan, yang sebetulnya merupakan bagian dari haknya. Dan terdapat pula pelanggaran hak-hak asasi manusia jika orang-orang di sekitarnya, masyarakatnya, apalagi jika negara membiarkan itu semua terjadi. Dari perspektif hak asasi manusia, adanya kemiskinan adalah tanggung jawab lingkungan, baik dari dalam hal penyebab maupun solusinya.

Hal tersebut dikarenakan kemiskinan merupakan tolak ukur paling dasar untuk mengukur kualitas kehidupan seseorang. Warga yang masih didera kemiskinan niscaya mengalami banyak kesulitan untuk mengakses berbagai fasilitas yang dapat menunjang peningkatan kualitas hidupnya.


3. solusi permasalahan 

     1. Menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan banyak untuk warga


2. Adanya upaya memberikan bantuan/subsidi kepada warga kurang mampu terhadap kebutuhan pokoknya


3. Upaya meningkatkan berbagai fasilitas warga/masyarakat, seperti jalan, listrik, dan lainnya.


4. Penghapusan larangan impor beras


5. Adanya pembatasan pajak dan retribusi daerah yang dapat merugikan usaha lokal maupun orang miskin. 


6. Upaya dalam merancang perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran


7. Terus melakukan dan menyediakan pinjaman modal atau dana kepada warga di daerah


8. Mengupayakan mengurangi angka kematian ibu yang melahirkan


9. Mendirikan lembaga yang bergerak dalam bidang mikro, sehingga dapat memberikan manfaat kepada warga setempat.


10. Memberikan warga atas hak penggunaan tanahnya demi kesejahteraan warga miskin


11. Terus melakukan perbaiki pendidikan ke semua daerah yang ada, tanpa pilih kasih


12. Terus melakukan upaya dalam meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat dimana  pun berada.



4. siapa yang harus menerapkan solusi tersebut? 

        Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia 


Krisis Ekonomi tahun 1998 memberikan hantaman yang besar terhadap perekonomian nasional, termasuk meningkatnya angka kemiskinan masyarakat yang naik menjadi 49,50 Juta atau sekitar 24,23 % dari jumlah penduduk Indonesia, dari hanya 34,01 Juta (17,47 %) pada tahun 1996. Untuk mengurangi angka kemiskinan akibat krisis ekonomi tersebut, pemerintah kemudian menetapkan upaya penanggulangan kemiskinan sebagai salah satu prioritas pemerintah Indonesia.


Pelaksanaan program penanggulanan kemiskinan yang dilakukan sejak tahun 1998 sampai saat ini, secara umum mampu  menurunkan angka kemiskinan Indonesia yang berjumlah 47,97 Juta atau sekitar 23,43 % pada tahun 1999 menjadi 30,02 Juta atau sekitar 12,49 % pada tahun 2011. Berdasarkan Worldfactbook, BPS, dan World Bank, di tingkat dunia penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia termasuk yang tercepat dibandingkan negara lainnya. Tercatat pada rentang tahun 2005 sampai 2009 Indonesia mampu menurunkan laju rata-rata penurunan jumlah penduduk miskin per tahun sebesar 0,8%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian negara lain misalnya Kamboja, Thailand, Cina, dan Brasil yang hanya berada di kisaran 0,1% per tahun. 


Pemerintah saat ini memiliki berbagai program penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi mulai dari program penanggulangan kemiskinan berbasis bantuan sosial, program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat serta program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan usaha kecil, yang dijalankan oleh berbagai elemen Pemerintah baik pusat maupun daerah. 


Untuk meningkatkan efektifitas upaya penanggulangan kemiskinan, Presiden telah mengeluarkan Perpres No. 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan hingga 8 % sampai 10 % pada akhir tahun 2014.


Terdapat empat strategi dasar yang telah ditetapkan dalam melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan, yaitu:


Menyempurnakan program perlindungan sosial


Peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar


Pemberdayaan masyarakat, dan


Pembangunan yang inklusif


Terkait dengan strategi tersebut diatas, Pemerintah telah menetapkan instrumen penanggulanang kemiskinan yang dibagi berdasarkan empat klaster, masing-masing:


Klaster I - Program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga

Klaster II – Program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat

Klaster III – Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Usaha Ekonomi Mikro dan Kecil 




Panduan informasi 



http://bemuntar.com/Mengatasi-Kemiskinan-Apakah-Mungkin/


https://www.sosiologi.info/2021/10/cara-mengatasi-kemiskinan-di-indonesia-ini-12-solusinya.html


http://103.76.16.8/id/program/sekilas/




Selasa, 08 November 2022

Jurnal Perkuliahan Pertemuan ke 11

 POLUSI UDARA



Polusi udara menjadi bahaya yang mengancam kesehatan manusia. Kita bisa dengan mudah mengetahui adanya polusi dengan udara yang berwarna atau berbau. Polusi udara banyak ditemukan di daerah perkotaan. Menurut data National Institute of Environmental Health Sciences, polusi udara menjadi penyebab kematian 6,5 juta jiwa setiap tahunnya dan angka ini terus bertambah.


Apa itu polusi udara?

Polusi udara adalah bercampurnya molekul berbahaya baik yang disebabkan oleh kegiatan manusia juga terbentuk secara alami dari Bumi. Bahkan, sebanyak 9 dari 10 manusia saat ini menghirup udara yang mengandung polutan lebih dari batas yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Negara yang paling terdampak adalah negara dengan penghasilan rendah dan menengah.


Penyebab polusi udara

Penyebab polusi udara berdasarkan sumbernya terbagi menjadi dua, yaitu buatan manusia dan berasal dari alam.


Polusi udara buatan manusia kebanyakan berasal dari emisi kegiatan industri, mobil, pesawat, dan penggunaan aerosol dari produk kaleng. Selain itu, asap rokok juga merupakan polusi udara. Bahkan, kegiatan di dalam rumah juga bisa membuat polusi, seperti membakar kayu dan arang untuk perapian atau menggunakan minyak tanah. Polusi udara yang berasal dari alam adalah gas yang secara natural muncul dari gunung berapi. Kebakaran hutan akibat musim panas yang terjadi secara alami juga merupakan polusi udara yang berasal dari alam.


Dampak polusi udara pada manusia

Dampak polusi udara pada manusia bisa berbeda-beda setiap orang berdasarkan sistem imun dan sensitivitas seseorang. Namun, secara umum, dampak polusi pada manusia terbagi menjadi dua, yaitu dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang.


Dampak jangka pendek biasanya merupakan efek sementara yang akan menghilang jika polutan menghilang atau dengan pengobatan ringan. Contoh dampak jangka pendek antara lain iritasi pada mata dan tenggorokan, sakit kepala, dan pusing. Sedangkan dampak yang lebih parah antara lain pneumonia dan bronkitis.


Dampak jangka panjang biasanya disebabkan oleh paparan polusi udara selama bertahun-tahun dengan dosis yang terlalu besar. Dampak buruknya tidak langsung muncul namun terakumulasi sehingga menimbulkan dampak yang lebih besar. Contoh dampak jangka panjang akibat polusi udara antara lain, kanker paru-paru, penyakit jantung, emfisema, hingga gangguan saraf dan organ lainnya.

Dampak polusi udara pada lingkungan

Ekosistem juga mendapatkan dampak yang parah dari tingginya polusi udara. Dampak yang cukup parah pada lingkungan adalah hujan asam yang disebabkan tingginya sulfur dioksida dan nitrogen oksida di udara. Hujan asam bisa merusak dan mematikan tumbuhan karena terjadi perubahan komposisi mineral tanah serta menurunkan kualitas air.


Dampak berikutnya adalah pemanasan global. Pemanasan global disebabkan oleh tingginya emisi karbon di atmosfer. Gas karbon dioksida merupakan salah satu gas rumah kaca yang akan menahan panas matahari untuk tidak dipantulkan keluar dari atmosfer Bumi. Jika terus terakumulasi, maka suhu Bumi akan meningkat dan menimbulkan masalah yang lebih serius, seperti mencairnya gunung es di kutub.

Jurnal Perkuliahan pertemuan ke 10

 Apa itu Kesehatan Lingkungan?


Kesehatan lingkungan adalah cabang ilmu kesehatan masyarakat yang mencakup semua aspek alam dan lingkungan yang mempengaruhi kesehatan manusia. Kesehatan lingkungan berfokus pada alam dan menciptakan lingkungan yang bermanfaat bagi manusia. Subbidang kesehatan lingkungan meliputi ilmu lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, toksikologi, dan epidemiologi. Kesehatan lingkungan berfokus pada faktor-faktor yang menyebabkan penyakit, termasuk faktor alam, sosial, budaya dan teknologi dari dunia tempat kita hidup.


Penyakit adalah perubahan abnormal pada keadaan tubuh yang mempengaruhi fungsi fisik atau mental yang penting. Pada manusia, penyakit lebih umum digunakan dan sering mengacu pada kondisi apa pun yang menyebabkan rasa sakit, gangguan, penderitaan, masalah sosial, atau kematian pada pasien, atau masalah serupa dengan mereka yang terkait dengan orang tersebut. Dalam pengertian yang lebih luas, penyakit dapat juga termasuk cedera, gangguan, gangguan, sindrom, infeksi, gejala terisolasi, perilaku abnormal, dan perubahan atipikal (abnormal) dalam struktur dan fungsi. , diklasifikasikan secara berbeda dalam konteks lain dan untuk tujuan lain. Penyakit tidak hanya menyerang tubuh, tetapi juga jiwa. Karena penderitaan dan hidup dengan penyakit dapat mengubah pandangan hidup seseorang.


Obat adalah zat yang menyebabkan perubahan fisiologis atau psikologis pada suatu organisme ketika tertelan. Obat biasanya dibedakan dari makanan dan zat pemberi makanan. Penggunaan obat dapat melalui inhalasi, injeksi, merokok, konsumsi, penyerapan melalui kulit, atau pelarutan di bawah lidah.


Dalam farmakologi, obat adalah zat kimia, biasanya dengan struktur kimia yang diketahui, yang menghasilkan efek biologis ketika diberikan pada organisme hidup. Farmasi, yang biasa disebut obat atau obat, adalah zat kimia yang digunakan untuk mengobati, menyembuhkan, mencegah, mendiagnosis penyakit, atau meningkatkan kesehatan. Secara tradisional, obat diperoleh dengan ekstraksi tanaman obat, tetapi baru-baru ini dengan sintesis organik. Obat-obatan dapat digunakan untuk jangka waktu terbatas atau secara teratur untuk penyakit kronis.


Racun pada umumnya berupa zat padat, cair, atau gas yang dapat mengganggu proses kehidupan sel hidup. Zat beracun dapat masuk ke dalam tubuh baik secara oral (mulut) maupun topikal (permukaan tubuh). Secara biologis, racun adalah zat yang menyebabkan kerusakan, penyakit, dan kematian organisme hidup, biasanya melalui reaksi kimia atau aktivitas lain pada tingkat molekul:


1. Racun iritan, yaitu racun yang menimbulkan iritasi dan radang. Contohnya asam mineral, fungi beracun, dan preparasi arsenik.


2. Racun yang menyebabkan hiperemia, racun narkotik, telah terbukti mematikan otak, paru-paru, dan jantung. Contohnya termasuk opium, tembakau, konium dan dogitalis.


3. Racun yang melumpuhkan saraf melumpuhkan sistem saraf pusat dengan meracuni darah, yang dapat menyebabkan konsekuensi fatal seperti kematian mendadak. Contohnya adalah asam hidrosianat, seng sianida dan kloroform.


4. Racun yang menyebabkan marasmus biasanya kronis dan lambat laun dapat berakibat fatal bagi kesehatan. Contohnya termasuk bismut putih, asap timbal, merkuri dan arsenik.


5. Toksin menular (toksin septik) dapat berupa keracunan makanan yang dalam keadaan tertentu menyebabkan piemia (atau piemia) dan demam tifoid pada ternak.


Industri modern telah menjadi wadah baru dalam dunia kesehatan manusia, dengan ditemukannya banyak bahan kimia baru yang memungkinkan ditemukannya solusi penyakit.

JURNAL PERKULIAHAN PERTEMUAN KE 12

NAMA: AJENG NURSYIFA NPM: 2215061031 KELAS: PSTI C 1. Pengertian Air  Air merupakan bahan alam yang diperlukan untuk kehidupan manusia, hewa...